FITUR BUDAYA MELAYU BENGKALIS DALAM SASTRA LISAN YUNG DOLAH

Fatmahwati Adnan

Abstract


Fokus utama kajian ini ialah fitur budaya Melayu Bengkalis dalam cerita Yung Dolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fitur-fitur budaya yang terkandung dalam cerita Yung Dolah. Urgensi penelitian ialah mengetahui muatan simbolik yang terkandung dalam cerita Yung Dolah, sebab sastra lisan ini tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan tetapi juga merefleksikan karakter, sosial, dan budaya masyarakat. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif. Data yang diperoleh dipaparkan, dianalisis, dan dijelaskan sehingga ditemukan makna fitur budaya yang terkandung dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis semiotika yang dilakukan terhadap cerita Yung Dolah mengungkap fiturfitur budaya yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan hasil analisis fitur budaya yang terkandung di dalam cerita Yung Dolah dapat dikemukakan bahwa cerita Yung Dolah menjadi wadah bagi bahasa lokal untuk eksis (ada dan berkembang); sistem pengetahuan ditransmisikan secara lisan dan terpola; orang Melayu Bengkalis merupakan masyarakat komunal yang memiliki ikatan emosional dan hubungan sosial yang baik; realitas sosial orang Melayu Bengkalis diproyeksikan dalam cerita Yung Dolah secara lugas; cerita Yung Dolah juga mengandung respons terhadap perubahan yang menunjukkan adanya resistansi sosial; dan cerita Yung Dolah merepresentasikan kritik terhadap karakter dan perilaku, baik yang ditujukan pada diri sendiri (orang Melayu) maupun pada etnis atau kelompok lain.

Keywords


fitur budaya, Melayu, Bengkalis, semiotika

Full Text:

PDF

References


Cik, A. (2012). Cerita Yung; Dari Bengkalis untuk Semua. Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau.

Effendy, T. (2013). Tunjuk Ajar Melayu. Pekanbaru: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Riau.

Haryono, S. & Putra, D. (2017). “Identitas Budaya Indonesia: Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Iklan Aqua Versi “Temukan Indonesiamu”. Dalam E-Proceeding of Management, 4(3).

Hoed, B.H. (2011). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Kriyantono, R. (2017). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Mulyana, D. (2012). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Noor, F. & Wahyuningratna, R. (2017). Representasi Sensualitas Perempuan dalam Iklan New Era Boots di Televisi (Kajian Semiotika Roland Barthes). Jurnal IkraithHumaniorta, 1(2): 1—9.

Novenanto, A. (2020). Mendefinisikan Budaya. Diakses dari ccfs.ub.ac.id/2020/06/08/ mendefinisikan-budaya tanggal 26 Juli 2021.

Saputra, B. dkk. (2017). “Exploring and Translating “Yong Dolah” Local Malay Stories Into English for Senior High School ELT Materials in Bengkalis”. Dalam The 4th UAD TEFL International Conference. Yogyakarta: UAD.

Satriani, dkk (2018). Resistensi Sosial Masyarakat Suku Bajo (Studi Kasus Atas Perlawanan Masyarakat di Pulau Masudu Kecamatan Poleang Tenggara terhadap Kebijakan Resettlement ke Desa Liano Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana). Jurnal Neo Societal, 3(2): 408—415.

Sibarani, R. (2004). Antropolinguistik: Antropologi Linguistik, Linguistik Antropologi. Medan: Penerbit Poda.

Situmeang, I. (2015). Representasi Wanita pada Iklan Televisi Wardah Cosmetic (Analisis Semiotic Roland Barthes). Jurnal Semiotika, 9(1): 113—141.

Tasmuji, dkk. (2011). Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.

Tylor, E.B. (1987). Primitive Culture; Research into the Development of Mythology, Philosophy,Religion, Language, Art and Custom. Dalam

Koentjaraningrat Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.

Wati, E. dkk (2019). Karakteristik Budaya Melayu dalam Kumpulan Cerita Yong Dolah Versi Abdul Razak. Jurnal Tuah, 1(1): 51—59.

Wewengkang, N.D. (2018). Makna Budaya dalam Mitos di Minahasa. Jurnal Kadera Bahasa, 10(2): 105—119.

Zaini, M. (2014). Cerita Lisan “Yong Dolah”: Pewarisan dan Resistensi Budaya Orang Melayu Bengkalis. Jurnal Madah, 5 (1): 1—14.




DOI: https://doi.org/10.47541/kaba.v13i2.197

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Kadera Bahasa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by